Cara Bertransaksi Dengan E-money

Transaksi cashless adalah transaksi tanpa menggunakan uang asli, ketika anda memakai sebuah uang elektronik atau e-money cara bertransaksinya cukup mudah, anda hanya harus menempelkan kartu e-money anda pada sebuah reader atau pembaca kartu e-money. Setiap merchant yang sudah bekerja sama dengan provider uang elektronik pasti sudah memiliki reader dan reader ini bisa untuk digunakan untuk membaca semua kartu uang elektronik. Jadi sebagai merchant juga tidak akan mengalami kerepotan karena banyaknya reader yang berbeda. Dengan satu reader untuk semua e-money cukup memudahkan orang dalam bertransaksi.

Dimana Bisa Bertransaksi E-money?

Syarat untuk bergabung sebagai merchant pembayaran dengan e-money, para pemilik usaha harus mendaftarkan dirinya pada sistem pembayaran ini. Jika sudah terdaftar, merchant hanya harus menyediakan sebuah reader untuk membaca kartu e-money. Berikut tempat yang bisa menggunakan e-money sebagai alat transaksi.

  • Toll

Jalan bebas hambatan atau biasa disebut dengan jalan tol sudah memberlakukan cashless untuk pembayaran mereka sejak bulan Oktober 2017. Tol menjadi tempat pertama yang memanfaatkan layanan uang elektronik. Sebelum Oktober 2017 sebenarnya pihak pengelola jalan tol sudah memberlakukan e-money, hanya saja pemberlakuan ini hanya berlaku pada beberapa gerbang tol saja. Jalan tol juga yang membuat pertumbuhan e-money semakin masif di Indonesia, buktinya saat semua gerbang tol hanya melayani pembayaran non tunai, transaksi uang elektronik secara nasional mengalami pertumbuhan yang sangat pesat.

  • Commuter Line

Kereta commuter line atau KRL sudah tidak asing bagi warga Jakarta dan sekitarnya. Moda transportasi massal ini menjadi salah satu yang paling banyak dimanfaatkan oleh warga karena bebas macet dan relatif lebih singkat jika melakukan perjalanan menggunakan moda transportasi darat ini. Saat ini semua transaksi KRL sudah menggunakan e-money, hal ini mendorong semua pengguna KRL memiliki kartu uang elektronik. Karena banyaknya pengguna KRL membuat transaksi menggunakan e-money terus meningkat dengan pesat. Hal ini sesuai dengan misi pemerintah untuk semakin banyak orang menggunakan cashless dalam pembayaran transaksi.

  • Toko Ritel

Jika dulu beberapa toko ritel hanya menjual, saat ini toko ritel ikut masuk dan menggunakan uang elektronik sebagai metode pembayarannya. Bahkan beberapa toko ritel bekerja sama dengan bank sebagai provider e-money untuk menyediakan kartu member yang juga bisa digunakan sebagai e-money. Hal ini terbukti ampuh untuk meningkatkan jumlah transaksi yang dilakukan melalui uang elektronik. Dengan penggunaan e-money untuk transaksi biasanya toko ritel juga memberikan banyak diskon yang membuat orang sangat tertarik untuk memanfaatkan uang elektronik ini sebagai alat pembayaran mereka. Saat ini hampir semua toko ritel bisa melakukan transaksi pembayaran menggunakan kartu e-money. Bahkan untuk beberapa toko ritel sudah sangat direkomendasikan menggunakan e-money.

  • Busway

Orang dari Jakarta sudah tidak heran dengan adanya busway. Mereka merupakan salah satu pelopor penggunaan busway untuk alat transportasi massal dalam kota sebelum kota lain mengikuti. Salah satu alasan orang memilih busway sebagai transportasi mereka adalah karena harganya lebih murah dan busway memiliki jalur khusus yang membuat bepergian menggunakan busway dirasa bisa lebih cepat.

Saat ini semua koridor busway sudah memberlakukan pembayaran cashless menggunakan e-money sama seperti KRL. Hal ini dilakukan demi mendorong masyarakat untuk bisa lebih sering bertransaksi menggunakan e-money dari pada uang asli. Alasan lain adalah busway dan angkot serta moda transportasi lain sudah dibuatkan alat pembayaran yang sama dan terintegrasi sehingga membuat pemerintah daerah DKI Jakarta lebih mudah memonitor kegiatan masyarakat sehingga semua kebijakan bisa berjalan dengan tepat.

Alasan Pemerintah Mendorong Penggunaan E-money

Gaya hidup masyarakat yang makin bergeser ke model pembayaran cashless tidak lepas dari upaya pemerintah untuk membiasakan masyarakat Indonesia bertransaksi tanpa uang tunai. Alasan pemerintah melakukan ini agar pemerintah bisa lebih akurat dalam menilai kemampuan atau daya beli masyarakat sehingga pemerintah bisa mengambil kebijakan yang lebih tepat untuk kebutuhan masyarakat. Selain itu pemerintah juga bisa menekan biaya produksi uang tunai dengan membiasakan orang menggunakan e-money. Uang elektronik diharapkan bisa sepenuhnya menggantikan uang tunai di beberapa kota besar.

Share Button

Continue Reading →

Apa Itu Layanan E-money?

Uang elektronik atau e-money merupakan gaya hidup baru yang semakin digencarkan promosinya. Setiap bank baik swasta atau milik pemerintah menawarkan layanan uang elektronik ini sebagai pengganti penggunaan uang asli untuk berbagai macam transaksi. Uang elektronik adalah sebuah metode pembayaran cashless atau non tunai. Anda bisa menyimpan uang anda pada kartu e-money yang sudah disediakan oleh beberapa bank. Selanjutnya jika anda ingin bertransaksi, anda bisa menggunakan kartu itu sebagai alat pembayaran. Anda bisa menggunakan kartu ini untuk berbagai macam transaksi di seluruh Indonesia asalkan tempat anda bertransaksi sudah bisa melayani transaksi menggunakan e-money.

Bank Penyedia E-money

Institusi keuangan berupa bank merupakan penyedia utama layanan uang elektronik ini. Sudah sebagian besar bank berskala nasional menyediakan layanan e-money. Biasanya untuk tahap pertama bank akan menawarkan kartu e-money ini kepada nasabah mereka yang selanjutnya akan dijual ke seluruh masyarakat Indonesia meskipun bukan nasabah bank yang bersangkutan. Beberapa bank yang menyediakan e-money adalah sebagai berikut ;

  • Bank Mandiri

Bank ini mengambil peran yang cukup besar pada layanan uang elektronik ini. Bahkan ketika seseorang menyebutkan kata e-money akan langsung spesifik tertuju pada kartu keluaran bank Mandiri karena bank ini memiliki merk E-money untuk kartu uang elektronik yang disediakan. Bank Mandiri merupakan salah satu pelopor bank yang membuat e-money semakin umum di masyarakat.

  • Bank BCA

Bank yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pendiri PT Sampoerna ini juga menyediakan layanan e-money. Merk untuk uang elektronik mereka adalah kartu BCA Flazz. Saat ini hampir semua nasabah bank BCA menggunakan uang elektronik flazz yang sudah sangat terintegrasi dengan baik pada berbagai merchant. BCA Flazz menjadi salah satu merk uang elektronik yang paling banyak digunakan untuk transaksi.

  • Bank BRI

Menjadi sebuah bank yang jangkauannya paling luas, bank BRI juga memiliki merk sendiri untuk uang elektronik mereka. Brizzi adalah merk yang bank BRI pakai untuk kartu uang elektronik mereka. Saat ini Brizzi sudah menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Indonesia ketika akan memilih sebuah layanan uang elektronik.

  • Bank BNI

Mengikuti bank lain untuk berperan dalam menggalakkan sebuah gerakan cashless, bank BNI mengeluarkan kartu BNI Tapcash. Kartu uang elektronik ini menjadi tulang punggung utama bank BNI untuk berbisnis pada layanan uang elektronik. Jumlah pengguna produk Tapcash sudah cukup banyak saat ini dan terus berkembang dengan pesat mengikuti gaya hidup nasabahnya yang ingin bergaya cashless.

  • Bank BTN

Jika anda membicarakan sebuah kredit perumahan rakyat atau KPR pasti akan terbesit bank BTN. Menjadi salah satu penyalur utama KPR menjadikan bank ini identik sekali dengan dunia kredit rumah di kalangan masyarakat Indonesia. Saat ini bank BTN juga berbisnis di dunia uang elektronik dengan produk mereka yang bernama Blink atau BTN link. Anda bisa mendapatkan kartu uang elektronik ini di semua kantor cabang bank dan beberapa merchant yang bekerja sama.

Alasan Bank Tidak Punya Produk E-money

Beberapa bank belum mengeluarkan produk kartu uang elektronik mereka, hal ini dikarenakan beberapa bank menganggap pasar uang elektronik ini masih terlalu kecil untuk diperebutkan oleh berbagai bank besar yang sudah menyediakan produk e-money. Meskipun terus tumbuh, pasar uang elektronik dianggap belum cukup besar dan infrastruktur yang belum memadai untuk melakukan transaksi cashless.

Share Button

Continue Reading →

Manfaat Cashless Untuk Keperluan Sehari-hari

Pernahkah anda beli pulsa melalui marketplace dan membayar via mobile banking? Jika pernah berarti anda sudah pernah melakukan transaksi cashless. Orang yang jual pulsa online melalui marketplace nantinya akan menerima pembayaran anda ketika transaksi sudah selesai dilakukan. Itu merupakan salah satu contoh bagaimana manfaat metode pembayaran cashless untuk kehidupan sehari-hari anda. Anda tidak perlu keluar rumah hanya untuk membeli pulsa dan anda juga bisa mendapatkan harga yang lebih murah jika bertransaksi cashless.

Contoh lain penggunaan cashless untuk keperluan sehari-hari adalah bagaimana anda memanfaatkan ojek online sebagai transportasi anda sehari-hari. Jika anda melakukan pembayaran dengan metode pembayaran melalui e-money atau dompet digital yang disediakan oleh provider ojek online anda bisa menghemat uang transportasi anda sebanyak tiga puluh persen. Itu angka yang cukup untuk menjadi alasan anda berpindah dari transaksi tunai ke transaksi non tunai. Selain itu masih banyak sekali keperluan sehari-hari yang bisa anda lakukan pembayaran dengan cashless. Jika anda saat ini hidup di Jakarta dan sekitarnya, anda bisa mendapatkan manfaat lebih banyak penggunaan cashless dalam kehidupan sehari-hari.

Kelebihan Transaksi Nontunai

Saat ini kita akan membahas tentang bagaimana metode pembayaran cashless ini memiliki nilai plus dibandingkan dengan transaksi tunai. Kita akan melakukan komparasi bagaimana sistem pembayaran non tunai ini bisa bekerja lebih baik daripada sistem pembayaran tunai. Mari kita membahas apa kelebihan dari transaksi non tunai ;

  • Meminimalkan Resiko Tertular Penyakit

Sebelum adanya sebuah pandemi virus corona atau covid-19, uang sudah menjadi media penyebaran kuman, virus dan penyakit lain. Apalagi ketika terjadi pandemi seperti saat ini, penggunaan transaksi cashless sangat coronya direkomendasikan agar anda bisa meminimalisir resiko tertular virus yang dibawa oleh uang tunai. Virus ini bisa menempel dan bertahan pada uang kertas dengan baik, pastinya virus ini cukup menakutkan jika sampai harus menyerang diri anda akibat dari penggunaan uang tunai. Dengan besarnya kendala yang mungkin dihadapi ketika bertransaksi tunai tentu saja cashless menjadi pilihan yang masuk akal dan sehat untuk dilakukan. WHO sudah menyatakan bahwa salah satu yang bisa mencegah tertular virus adalah dengan cara bertransaksi cashless.

  • Mudah Bertransaksi

Anda membeli pulsa pada seorang yang jual pulsa online sudah cukup membuktikan bahwa transaksi cashless sangat mudah untuk digunakan untuk bertransaksi. Anda hanya melakukan pembayaran melalui smartphone anda dan semua transaksi beres seketika. Anda tidak perlu ke mana-mana, cukup duduk di rumah dan memanfaatkan smartphone anda untuk bertransaksi. Kemudahan seperti ini hanya bisa anda dapatkan jika anda bertransaksi cashless.

  • Bebas Biaya Admin

Jika anda menggunakan salah satu dompet digital yang sangat banyak digunakan saat ini, anda tidak akan dibebankan biaya admin untuk semua transaksi. Hal ini tentunya membuat anda merasa lebih dimudahkan dengan transaksi cashless. Anda bisa lebih irit dalam penggunaan uang.

  • Banyak Bonus

Penggunaan metode pembayaran cashless sangat menguntungkan untuk anda karena banyaknya bonus yang disediakan masing-masing provider uang elektronik ketika semakin sering anda bertransaksi. Bonus berupa cash back, diskon dan undian merupakan hal cukup menarik ketika anda menggunakan uang elektronik. Dengan banyaknya bonus tentu anda akan bisa lebih menghemat pengeluaran anda saat ini.

Kekurangan Transaksi Cashless

Meskipun banyak sekali nilai plus dari sebuah transaksi cashless, transaksi ini juga memiliki beberapa kekurangan yang setiap hari kekurangan tersebut berusaha untuk ditambal oleh provider uang elektronik. Kekurangannya antara lain ;

  • Kurang Aman

Transaksi cashless kurang aman hanya berlaku bagi pengguna uang elektronik berupa kartu. Semua jenis kartu uang elektronik yang beredar dari bank mana pun saat ini dirasa kurang aman. Alasannya semua orang yang memegang kartu tersebut meskipun bukan pemilik yang sah bisa menggunakan atau memakai seluruh saldo yang ada pada kartu e-money tersebut tanpa terkecuali. Hal ini disebabkan kartu uang elektronik tersebut tidak membutuhkan otorisasi saat penggunaannya. Tidak salah jika menyebutkan kartu tersebut dirasa kurang aman.

  • Membutuhkan Koneksi Internet

Semua transaksi cashless membutuhkan jaringan internet untuk melakukan transaksi, jika seorang pengguna uang elektronik tidak memiliki akses internet sudah pasti orang tersebut tidak bisa melakukan transaksi. Bahkan reader dari kartu uang elektronik juga membutuhkan jaringan untuk bisa melakukan transaksi. Jika ada gangguan jaringan sudah pasti metode cashless tidak akan berfungsi.

  • Tidak Bisa Digunakan Disemua Tempat

Harus diakui penggunaan cashless tidak bisa dilakukan disemua tempat seperti ketika anda membeli dagangan orang yang jual pulsa online. Ada beberapa tempat yang belum cukup familiar dengan transaksi cashless, khususnya di beberapa daerah yang cukup jauh dari kota. Meskipun semua toko ritel yang memiliki jaringan skala nasional sudah bisa bertransaksi cashless.

Share Button

Continue Reading →

Cara Mengambil Untung Transaksi Cashless

Jika berbicara mengenai cashless, cara pembayaran ini tidak hanya berupa e-money, masih banyak hal yang bisa disebut dengan cashless. Pada dasarnya cashless merupakan semua transaksi yang tidak menggunakan uang tunai. Bisa transaksi menggunakan e-money, e-wallet, internet banking, kartu debit maupun kartu kredit. Masih banyak contoh transaksi cashless. Para pegawai kantoran yang sering tidak memiliki waktu akan lebih diuntungkan ketika bertransaksi cashless.

Misalnya ketika anda seorang pegawai kantoran, anda bisa memesan makan siang anda melalui ojek daring. Nah saat pembayaran anda bisa menggunakan dompet digital yang disediakan oleh-oleh provider ojek online. Di satu sisi anda bisa hemat waktu, di sisi yang lain anda biasanya akan mendapatkan promo menarik karena menggunakan dompet digital sebagai pembayaran. Selain itu dari segi biaya biasanya akan lebih murah.

Keuntungan Bertransaksi Cashless

Beberapa orang yang masih ragu untuk bertransaksi cashless harus tahu ada banyak sekali keuntungan yang bisa anda dapatkan dari bertransaksi cashless. Apalagi bagi anda yang merupakan seorang pekerja kantoran, transaksi cashless bisa anda maksimalkan untuk bisa mendapatkan keuntungan. Keuntungannya antara lain ;

  • Banyak Promo

Saat ini banyak sekali program dan promo yang hanya berlaku untuk orang yang bertransaksi cashless. Program promo ini bisa anda manfaatkan untuk mendapatkan barang dengan harga lebih murah. Selain promo harga lebih murah, biasanya juga ada promo undian yang bisa membuat anda berpeluang mendapatkan hadiah dari hasil undian. Saat anda mendapatkan sebuah promo anda akan bisa mendapatkan harga barang lebih murah, tentu saja anda akan lebih bisa menghemat pengeluaran anda. Dengan kata lain anda bisa berhemat lebih banyak uang menggunakan metode pembayaran cashless.

  • Lebih Terkontrol

Saat anda melakukan sebuah transaksi cashless, anda bisa lebih mengontrol keuangan anda dengan lebih mudah. Anda bisa melihat detail transaksi setiap anda melakukan pembayaran. Selain itu dengan pembayaran cashless anda tidak akan lagi mengalami kesalahan bayar atau uang kembalian. Apalagi sering kali anda mendapatkan kembalian uang berupa permen, tentu hal ini sudah tidak bisa terjadi lagi. Anda bisa dengan mudah mengatur arus keuangan anda dengan lebih baik. Kesalahan nominal dalam transaksi pun akan sangat kecil kemungkinannya.

  • Efisien

Saat anda sedang terburu-buru untuk masuk ke kantor, anda tentu tidak mau perjalanan anda tertunda karena harus menunggu uang kembalian dari ojek online atau dari angkutan umum. Sebagai pegawai kantoran, waktu merupakan hal yang sangat berharga untuk dimanfaatkan. Anda tidak akan membuang waktu anda hanya untuk bertransaksi yang seharusnya bisa dilakukan dengan cepat. Transaksi cashless membuat anda bisa bertransaksi dengan cepat dan akurat secara nominal sehingga tidak ada pihak yang dirugikan karena sebuah keterlambatan.

  • Lebih Aman

Berbicara mengenai keamanan, metode cashless dirasa bisa memberikan rasa aman yang lebih untuk para penggunanya. Alasannya anda tidak perlu membawa banyak uang untuk bertransaksi, anda bisa melakukan transaksi tanpa membawa uang tunai yang tentunya membuat anda merasa lebih aman. Setiap sen uang yang anda miliki juga bisa termonitor dengan baik sehingga anda bisa tahu ke mana uang anda dibelanjakan.

Kesimpulan Penggunaan Cashless

Anda bisa mengandalkan transaksi cashless untuk setiap anda melakukan kegiatan jual beli. Penggunaan cashless untuk kehidupan sehari-hari termasuk oleh para pegawai kantoran sangat direkomendasikan karena banyak sekali keuntungan yang bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

Share Button

Continue Reading →

Perbedaan E-Money Dan E-Wallet

Saat ini Indonesia sedang gencar-gencarnya mengampanyekan transaksi cashless untuk segala jenis transaksi yang dilakukan di dalam negeri. Pemerintah ingin budaya cashless menjadi kebiasaan baru bagi masyarakat Indonesia. Apalagi saat musim pandemi seperti saat ini dimana uang menjadi perantara yang bagus untuk virus menular. Meskipun sama-sama merupakan uang elektronik, e-money dan e-wallet memiliki perbedaan yang cukup spesifik. Perbedaan yang paling mencolok adalah e-money membutuhkan kartu fisik sedangkan e-wallet tidak demikian. Hal ini cukup menjadi perdebatan apakah keduanya bisa disebut sebagai uang elektronik. Yang pastinya kedua sistem pembayaran cashless ini merupakan yang terbaik saat ini.

Cara Kerja E-money dan E-wallet

Ada perbedaan yang cukup jelas bagaimana e-money dan e-wallet ini bekerja. Meskipun cara kerja atau sistemnya berbeda, namun kedua layanan uang elektronik ini memiliki hasil akhir yang sama yaitu pembayaran. Berikut penjelasan cara kerja masing-masing ;

  • E-money

Uang elektronik ini sangat spesifik menunjuk kepada sebuah transaksi cashless yang menggunakan kartu. Cara kerja e-money ini hampir sama seperti ATM, yang membedakan e-money tidak membutuhkan data pribadi penggunanya sedangkan e-money tidak. Jika ATM harus memiliki sebuah rekening bank penyedia ATM, e-money tidak mengharuskan seseorang yang ingin menggunakan e-money memiliki akun rekening pada bank penyedia kartu ini. Anda membutuhkan kartu e-money untuk ditempelkan pada mesin scanner pembaca kartu karena basis data dari e-money adalah chip yang tertanam pada kartu e-money.

Ketika kartu e-money yang anda miliki hilang atau rusak, tidak ada hal yang bisa anda lakukan. Anda tidak bisa mengamankan saldo anda karena semua orang menggunakan kartu tersebut tanpa otoritas apa pun. Penggunaan kartu e-money sangat aman selama kartu ini ada dalam jangkauan anda. Ketika kartu hilang maka orang yang menemukan kartu ini akan sulit menemukan pemiliknya karena biasanya tidak ada identitas yang jelas dari pemilik kartu. Dengan kartu ini anda bisa melakukan banyak transaksi pada sebuah merchant yang sudah bekerja sama dengan bank penyedia e-wallet. Sebagai informasi tambahan, saat ini hanya bank nasional saja yang bisa menyediakan layanan kartu e-money ini. Institusi lain tidak bisa menyediakannya.

  • E-wallet

Metode pembayaran cashless yang satu ini dirasa lebih aman karena harus ada otoritas dari pemilik akun saat akan bertransaksi. Secara sistem, e-wallet menggunakan server untuk membaca data yang ada pada e-wallet, tidak seperti kartu e-money yang membutuhkan chip. E-wallet tidak memiliki kartu fisik layaknya e-money karena e-wallet mengandalkan aplikasi yang harus di install pada smartphone pemiliknya.

Jadi anda akan bertransaksi melalui sebuah smartphone saat menggunakan e-wallet. Saat akan melakukan pembayaran nantinya e-wallet akan mengeluarkan QR code yang bisa discan oleh merchant untuk proses transaksi. Selain bentuk dan cara transaksi, semua yang ada pada e-wallet dan e-money kurang lebih sama. Mungkin e-wallet memiliki sedikit keunggulan dibandingkan dengan e-money.

Pilih E-money atau E-wallet?

Jika anda ingin memilih salah satu di antara keduanya, anda harus mempertimbangkan kebutuhan anda. Anda akan mempunyai prioritas untuk apa anda membeli sebuah alat pembayaran elektronik atau uang elektronik. Melihat dari manfaat sebenarnya kedua uang elektronik ini bisa saling melengkapi. Jika memungkinkan, anda bisa memilih kedua uang elektronik ini sebagai andalan anda dalam bertransaksi cashless. Anda bisa menggunakan e-money untuk transaksi toll dan parkir, sedangkan e-wallet untuk belanja dan bayar pulsa atau listrik.

Share Button

Continue Reading →

Dasar Pemerintah Mendorong Penggunaan Cashless

Gerakan Nasional Non Tunai merupakan gerakan yang diinisiasi oleh pemerintah demi bisa mendorong masyarakat untuk beralih ke sebuah transaksi non tunai. Presiden Joko Widodo menjadi salah satu orang yang sangat vokal menyuarakan gerakan ini. Sebagai orang nomor satu di Indonesia, tentunya suara presiden menjadi alasan para menteri di bawahnya untuk menyuarakan hal yang sama sekaligus menyiapkan sarana dan prasarana yang bisa mendukung gerakan ini secara nasional. Jika melihat dari keuntungannya, tentu saja program pembayaran cashless sangat unggul dibandingkan dengan pembayaran tunai.

Ada banyak kelebihan yang seharusnya membuat orang dengan senang hati berpindah dari transaksi tunai ke non tunai. Namun seperti biasanya, semua hal baru sangat susah untuk diterima meskipun banyak kelebihan yang ditawarkan. Meskipun banyak sekali lubang kekurangan yang dimiliki oleh transaksi tunai dan bisa ditambal jika menggunakan transaksi non tunai tetap saja butuh proses untuk membiasakan orang mau menerima pembayaran cashless. Orang-orang akan semakin menerima sebuah pergeseran kebisaan dari transaksi tunai ke non tunai ketik sudah dibiasakan. Proses pembiasaan ini yang cukup membutuhkan waktu yang banyak.

Yang Menarik Dari Transaksi Cashless

Akibat adanya dorongan pemerintah dalam sebuah Gerakan Nasional Non Tunai banyak sekali hal yang menarik terjadi akibat pergeseran metode pembayaran. Jika anda cermati akan banyak sekali hal menarik yang menjadi akibat adanya pembayaran cashless. Di antaranya ;

  • E-money Bukan Barang Baru

Meskipun penggunaan uang elektronik baru ramai belakangan ini, sebenarnya menurut data, e-money sudah ada sejak tahun 2007. Pada saat awal dikenalkan sebagai metode pembayaran yang sah, orang tidak terlalu peduli dengan hal ini karena beberapa alasan. Yang pertama belum banyak merchant yang bisa menerima pembayaran ini. Merchant yang terbatas memang menjadi faktor utama yang menjadikan uang elektronik tidak ramai pengguna.

Selain itu kampanye yang dilakukan juga tidak cukup masif alias angin-anginan yang membuat masyarakat acuh tak acuh dengan uang elektronik. Masyarakat mulai mau mencoba menggunakan uang elektronik ketika semua orang bersuara mengenai program cashless ini, selain itu masyarakat juga sudah percaya karena infrastruktur untuk melakukan pembayaran ini sudah mulai banyak dan merata. Orang tidak akan mengalami kendala seperti kesusahan mencari merchant.

  • Diramaikan Karena E-toll

Jika ditanyakan apa yang paling banyak berperan untuk menggeser transaksi menggunakan non tunai, jawabannya adalah tol. Masyarakat Indonesia memang dipaksa untuk terbiasa menggunakan uang elektronik. Cara yang paling frontal dilakukan pemerintah adalah dengan mewajibkan semua pengguna jalan tol untuk bertransaksi menggunakan e-money. Dengan cara ini terbukti dengan peningkatan jumlah transaksi non tunai sejak seluruh ruas tol di Indonesia mewajibkan transaksi non tunai. Dengan transaksi non tunai juga yang menyebabkan kemacetan panjang di gardu pembayaran tol bisa lebih berkurang secara signifikan karena bertransaksi dengan uang elektronik bisa dilakukan lebih cepat dibandingkan dengan uang tunai.

  • Paling Banyak Digunakan Untuk Transportasi

Selain karena faktor jalan tol yang hanya menerima transaksi non tunai, transportasi online berada pada tingkat kedua dilihat dari banyaknya jumlah transaksi non tunai yang terjadi di Indonesia. Saat ini provider transportasi online memberikan diskon pembayaran sebesar tiga puluh persen untuk semua transaksi menggunakan uang elektronik. Hal ini cukup menarik para pengguna jasa transportasi online, sehingga banyak yang memanfaatkan uang elektronik demi mendapatkan diskon dari provider transportasi online. Meskipun pada awalnya dikeluhkan oleh para mitra transportasi online, lama kelamaan orang terbiasa dengan penggunaan uang elektronik sebagai pembayaran karena tidak ada pihak yang dirugikan.

  • Pegawai Kantoran Pengguna Terbanyak

Jika dilihat dari profesi pengguna uang elektronik, pegawai kantoran berada diposisi teratas penyumbang terbesar sebuah transaksi cashless. Kehidupan para pegawai kantoran yang cukup mobile dan sering menggunakan transportasi umum membuat transaksi non tunai meningkat di kalangan masyarakat dengan profesi pegawai kantoran. Selain itu pegawai kantoran juga merupakan salah satu golongan profesi yang paling mudah menerima perubahan. Kecepatan dan minim resiko kesalahan dalam transaksi juga membuat pegawai kantoran merasa sangat nyaman menggunakan e-money.

Alasan Jakarta Menjadi Pusat Transaksi Cashless

Salah satu hal yang paling unik dan menarik terjadi adalah transaksi menggunakan uang elektronik banyak dilakukan di Jakarta. Bisa dikatakan Jakarta merupakan pusat dari transaksi cashless. Alasan banyaknya transaksi cashless di Jakarta adalah karena Jakarta merupakan pusat ekonomi nasional yang membuat banyak para pegawai kantoran berkumpul di kota ini. Sesuai data di atas, pegawai kantoran merupakan konsumen utama pengguna uang elektronik. Yang kedua Jakarta lebih siap secara infrastruktur pembayaran dengan uang elektronik. Yang ketiga, semua moda transportasi bisa dilakukan pembayaran cashless. Semua kebutuhan dan kebiasaan penggunaan transaksi cashless memang terpusat di Jakarta.

Share Button

Continue Reading →